Drama

00.55 Posted In Edit This 0 Comments »

Sandiwara ini kita mulai dengan suara detak-detik lonceng yang menggema memenuhi ruang. Swara detak-detik ini berjatuhan sedemikian rupa sehingga menimbulkan berbagai macam asosiasi. Sesekali disela-sela swara ini menyayup panjang lolong seekor anjing atau serigala.

Muncul kabut-kabut melangkah mengendap-endap untuk selanjutnya secara penuh rahasia menyebar kesegenap arah dan segera sirna.

Diatas kursi goyang Jumena Martawangsa bergoyang-goyang sunyi. Sejak tadi seonggok kabut berdiri disampingnya memainkan sehelai tali yang siap untuk menggantung leher. Kemidian kabut itu mendekatkan tali gantungan itu dan jumena memasangnya pada lehernya. Dia tertawa.

Jumena : Kalau saya bunuh diri, sandiwara ini tidak akan pernah ada.

Sambil tertawa ia memberi isyarat agar kabut pembawa tali pergi. Dan pada saat itu detik-detik lonceng semakin lantang diikuti kemunculan Pemburu. Seketika terkumpulah seluruh amarah Jumena.

Jumena : Bangsat !

Detik lonceng semakin keras menggema sehingga menyebabkan Jumena bangkit. Dan pada saat itu Jumena berdiri, hening menggantikan suasana. Lalu Jumena duduk kembali.

Perempuan tua muncul mengganti tempolong ludah di kaki kursi goyang dengan tempolong lain.

P. Tua : Pucat sekali wajahnya.

Entah dari sebelah mana Euis muncul

Jumena : Saya tidak bisa percaya dan tidak bisa tidak percaya, jadi saya tidak tenang. Tapi kalau saya tenang, tak akan pernah ada sansiwara ini.

Euis : Akang

Jmn : Euis

Euis : Kenapa tiba-tiba muram, Akang?

Jmn : Umur Euis berapa?

Euis : Dua enam

Jmn : Itulah sebabnya

Euis : Percayalah akang euis akan tetap mencintai akang, sekalipun umur akang delapan puluh tiga.

Jmn : Betul?

Euis : Sumpah

Muncul Emod, Euis exit

Emod : Maaf gan, para pekerja meminta kenaikan gaji

Jmn : Saya tidak mau, saya tetap tidak akan memberikan biar segopeng pun. Berapa kali saya bilang standar gaji yang ada sekarang cukup baik, adil untuk semua pihak.

Emod : Maaf gan, mungkin gaji yang diterima cukup besar tapi bukan tidak mungkin ada saja yang menganggapnya kurang

Jmn : Itu karena umumnya semua orang boros

Emod : Tapi ini lain gan, maksud saya tidak semua orang mengadakan pesta kawin

Jmn : Dengar! Kalau orang mau hemat dan rajin menabung tidak akan mengalami kekurangan biar segobang pun. Dan lagi tidak masuk akal kalau yang boros kalian dan saya yang harus menanggung keborosan kalian, sinting namanya. Apalagi untuk pesta kawin, lebih sinting lagi. Pemboros semua! Pemalas! Kerbau! Kambing!

Melihat kemarahan Jumena Emod exit

Muncul sang Pemburu diikuti kabut-kabut. Sementara itu Jumena terkapar dilantai. Wajahnya mendongak tegak ke langit-langit.

Jmn : Datang juga kau. Kenapa kau datang?

Pbr : Kenapa kau datang?

Jmn : Kau permainkan saya

Setelah agak lama

Jmn : saya kira saya akan mati dua puluh tahun yang lalu.

Pbr : Kau telah mati sejak kau mengira kau akan mati

Jmn : Dari siapa kau tahu saya akan mati?

Pbr : Kau sendiri yang mengatakannya.

Jmn : Kapan saya mati?

Pbr : Tempo hari kau bilang kapan?

Jmn : Dalam waktu dekat ini.

Pbr : Kau percaya?

Jmn : Ada yang membisikkannya pada saya

Pbr : Siapa?

Jmn : Saya sendiri

Pbr : Betul kalau begitu

Jmn : Bagaimana rasanya mati?

Pbr : Seperti hidup

Jmn : Bagaimana rasanya hidup?

Pbr : Seperti mati

Kemudian segerombolan kabut menyekap Jumena. Tentu saja keadaan itu membuat Jumena sukar bernafas. Megap-megap.

Setelah kabut-kabut exit, Euis muncul membawa makanan, terkejut melihat suaminya sedang batuk-batuk parah terjongkok dekat jendela.

Euis : Akang

Jmn : Tidak apa-apa. Tidak ada apa-apa.

Euis : Sebaiknya akang makan

Jumena duduk dan tampak sesak sekali pernafasannya.

Euis : Euis suapi akang?

Jmn : Pasti ada apa-apa (pada penonton). Saya tidak mau (pada euis)

Euis : Sepi sekali rasanya, padahal baru beberapa hari saja pekerja-pekerja mogok. Pabrik apalagi, sepi.

Jmn : Persetan

Euis : Betapa kaget kalau Juki nanti datang

Jmn : Kenapa tiba-tiba bicara tentang Juki? Pasti ada apa-apa (pada penonton)

Sunyi

Jmn : Hati-hati Euis!

Euis : Hati-hati apa, akang?

Jmn : Juki

Euis : Kenapa?

Jmn : Dia tampan kan?

Euis : Biasa

Jmn : Dia tampan, lebih tampan dari saya. Bahkan lebih muda

Euis : Lalu?

Jmn : Tidak apa-apa, hanya saya bilang hati-hati

Euis : Saya tidak mengerti kenapa akang tidak percaya Juki, yang boleh dibilang saudara akanh sendiri

Jmn : Saya tidak curiga, saya hanya bersikap hati-hati

Euis : Barangkali akang terlalu hati-hati hingga membuat akang tidak bisa tentram

Jmn : Hanya orang bodoh yang bisa tentram

Euis : Akang, 4 tahun sudaah kita berumah tangga dengan…..

Jmn : Itu bukan jaminan, pernah kupergoki kau daan Juki asyik bicara di dapur. Apa perlunya kau suruh dia menemanimu di dapur?

Euis : Saya tidak menyuruh, dia datang sendiri

Jmn : Dan kau ladeni?

Euis : Lalu apa harus saya usir?

Jmn : Itu terserah kau, tapi pemandangan itu tidak enak dimata apalagi dihati

Euis : Akang cemburu? (gembira)

Jmn : Cemburu? Buat apa? Saya betul-betul tahu sekarang saya sudah mulai tua

Euis : Selama 4 tahun Euis mencoba meyakinkan akang, betapa euis mencintai akan, betapa………

Jmn : Diam! Saya tidak mau kalau…….ah sudahlah. Saya lapar tapi tidak ada nafsu makan

Euis : Lebih baik akang tidur

Jmn : Bawa lagi kedapur

Euis : Biar saja disini, siapa tahu nanti akang ingin makan

Jmn : Menantang dia! Bawa ke dapur!

Euis exit membawa makanan

Detak-detik lonceng lantang. Jumena kembali disiksa fikirannya sendiri.

Muncul pemburu dan kabut-kabut. Mereka beberapa saat hanya mematung.

Muncul Lodod, tertawa.

Jmn : Pergi kau!

Lodod tertawa

Jmn : Mau apa kau? Pergi!

Pbr : Jangan hiraukan. Tidurlah!

Jmn : Saya tidak mau tidur. Dia akan membunuh saya!

Pbr : Bodoh kalau sampai ia bisa membunuhmu. Tidurlah! Buat apa kau pusingkan, toh kau akan mati juga sekalipun bukan mereka yang membunhmu

Jmn : Saya ingin tentram

Pbr : Tidurlah!

Jmn : Saya tidak bisa

Lodod : Dia ingin tentram tapi dia tidak mau tentram (tertawa)

Pbr : Diam! (pada lodod)

Semua diam, juga detak-detik lonceng. Perlahan-lahan Pemburu menghilang diikuti Lodod dan kabut-kabut

Muncul Haji Sabar

Sbr : Jum, kau sebenarnya hanya capek, terlalu capek. Rupanya kau tidak pernah istirahat. Sempatkah kau mengecap hidup ini?

Jmn : Tidak, tidak pernah bisa. Banyak kesempatan untuk itu tapi saya tidak pernah bisa

Sbr : Masuk akal, sebab seluruh waktu hanya kau isi dengan kerja dan berfikir

Jmn : Saya kira bukan untuk maksud itru kau kuundang untuk datang kemari

Sbr : Tapi tak ada salahnya kau mendengar nasihat-nasihat saya. Jum, percayalah kau perlu istirahat

Jmn : Bagaimana?

Sbr : Ada baiknya kau melancong ketempat lain

Jmn : (tertawa)

Sbr : Kenapa kau tertawa? Ini sungguh-sungguh

Jmn : Kau tahu apa yang sangat merisaukan saya akhir-akhir ini?

Sbr : Saya kira……

Jmn : Kaau tidak tahu! Terus terang saya takut mati

Sbr : Saya kira setiap orang……..

Jmn : Belum tentu. Selain itu sampai sekarang saya belum juga punya anak. Empat kali saya beristeri

Sbr : Banyak orang yang…….

Jmn : Lalu untuk apa semua yang berpuluh tahun saya kerjakan

Sbr : Apa tidak lebih baik kau memungut anak?

Jmn : Kaau simpan saja saran itu, sudah sering orang menyampaikannya. Dan saya tidak memerlukan itu

Sbr : Baiklah kalau begitu, sebaiknya aku pulang. Dan kau istirahatlah!

Sabar exit diikuti Jumena

Muncul Euis dan Juki

Euis : Anda harus menasehati

Juki : Saya kira memang begitu. Tapi kau juga jangan diam saja

Euis : Sudah terlalu sering, tapi tidak pernah mau dengar

Juki : Dia tidak pernah mau percaya pada orang lain, itu susahnya. Memang saya adiknya tapi saya kira dia lebih mempercayai kau dari pada aku

Euis : Mestinya begitu. Dia tidak pernah percaya ada orang yang mencintainya sementara ia tidak pernah bisa mencintai

Juki : Percaya pada saya, dia diam-diam mencintaimu tapi tidak percaya kau mencintainya. Percayalah euis, dia hanya kesepian, sampai setua ini keinginannya untuk punya anak belum terwujud.

Euis : Tapi sekarang saya sedang mengandung dan saya yakin

Juki : Betul euis? Kalau begitu selesai masalahnya, percayalah!

Euis : Tapi ia tetap tidak mau percaya

Juki : Kau harus sabar

Jumena masuk

Juki : Syukur akang bisa tidur

Euis : Tidak lebih baik makan dulu kang?

Juki : Ya saya sudah mendahului

Euis exit. Muncul di pintu perempuan tua

P.t : Emod minta ketemu gan, beliau ada di serambi

Jmn : (gugup) beri saya rokok Juki!

Juki : Saya kira tidak baik untuk….

Jmn : Cuma dua hisap

P.t : Boleh Emod saya persilahkan kemari gan?

Jmn : Bilang saya sedang sibuk merencanakan penutupan pabrik!

Perempuan tua exit

Jmn : Juki

Juki melihat pada Jumena

Jmn : Untuk apa kau hidup?

Juki : (tersenyum) Saya tidak pernah pikirkan itu. Buat apa?

Terdengar ketukan pada pintu.

Jmn : Masuk!

Juki : Masuk!

Tidak ada sahutan, tidak ada yang muncul. Lalu lagi ketukan

Jmn & Juki : Masuk!

Juga tak ada sahutan. Tak ada yang muncul. Jumena ketakutan. Segera Juki keluar dan kembali masuk

Jmn : Siapa?

Juki : Tidak ada siapa-siapa.

Jmn : (bangkit gemetar) baranglkali kau lihat seorang yang……..tidak, apa kau tidak lihat seseorang yang…

Juki : Saya yakin tidak ada siapa-siapa, mungkin…..

Lagi ketukan pada pintu. Dengan ketakutannya Jumena kembali duduk.

P.t : Siapa sih? (dari dalam)

Muncul perempuan tua membawa pisau dapur)

P.t : Siapa?

Juki : Tidak ada siapa-siapa

P.t : Aneh (sambil menuju ke serambi)

Tiba-tiba terdengar suara orang tertawa lalu muncul kamil

Kamil : Saya yang ngetok dari belakang. Eksperimen.

Jumena menggerem kesal, Juki tersenyum, P. tua ngedumel

Kamil : Biasa, orang kaya suka sembarangan.

P.t : Maen-maen!

Perempuan tua exit

Kamil : Ada kabar penting untuk Agan Jumena Martawangsa

Sementara Juki bergerak kesuatu sudut sambil tersenyum dan kemudiam menyalakan rokok, Kamil dengan langkah hati-hati mendekati Jumena

Kamil : (dengan gaya berbisik tapi cukup keras) Istrimu serong!

Jmn : Hah! Kurang ajar!

Kamil : Orang kaya selalu kurang ajar!

Juki tidak lagi tersenyum sudah tentu

Kamil : Apa agan tidak percaya?

Lalu Kamil mendekati pintu kamar dan teriak

Kamil : Euis, euis! Keluar, euis! Suamimi tidak percaya bahwa kau seorang isteri yang suka serong!

Muncul Euis berang dan Juki makin tidak enak hati berada di sana. Jumena belum tahu harus melakukan apa. Nafasnya naik turun pendek-pendek.

Euis : Kurang ajar! Jangan bicara sembarangan ya! Sinting!

Kamil : Bicara sembarangan? Serong! Dikutuk nabi Khidir baru tahu rasa kamu!

Euis : Setan! Tutup mulut kamu!

Kamil : Saya menutup mulut? Kalau saya menutup mulut maka kejujuran telah tamat riwayatmya. Atau kau mau menyuap Tuhan? Kau lupa Tuhan tidak bisa disuap?

Euis : Jangan diam saja, Akang! Lakukan sesuatu, Juki!

Lalu perempuan itu mengambil asbak.

Juki : Kamil, keluar!

Euis : Kalau tidak segera pergi saya pukul kepalamu yang tidak waras itu!

Kamil : Hampir saja kau keliru Euis. Yang musti kau pukul bukan kepala yang brilyan ini tapi kepala yang itu (menunjuk Juki)

Euis : Biadab!

Kamil : Biadab? Apa itu nama orang kaya?

Jmn : (bangkit, berang besar) Kamiiiiil! Pergi kamu! Aku potong leher kamu!

Kamil : Filsuf tidak memerlukan kepala!

Euis tak tahan lagi. Dilemparnya kamil dengan asbak, kamil lari keluar.

Jmn : Persis dugaan saya. Tapi kenapa bengsat itu melapor justru saat kedua ekor binatang ini ada di sini.

Muncul Euis yang marah. Lalu sambil menangis ia masuk ke kamar.

Juki : Saya keluar sebentar, Akang

Juki meninggalkan Jumena sendirian, Jumena memukul-mukul kepalanya sendiri.

Muncul perempuan tua mengganti tempolong ludah.

Jmn : Tapi kalau memang mereka sungguh-sungguh, kenapa Juki dan Euis tidak minggat saja dari rumah ini?

Perempuan tua muncul kembali membawa alat kompres.

P.t : Kalau saja agan mau berdoa. Saya tidak percaya ada orang yang tidak bahagia, apalagi oarang yang seperti agan.

Jmn : Saya sangat sepi saya tidak punya anak

P.t : Kenapa agan tidak percaya euis sedang mengandung?

Jmn : Sudah 47 x ia bilang begitu dan ini yang ke-48

P.t : Tapi bukan tidak mungkin kali ini benar

Makalh Alat-Alat Pendidikan

00.54 Posted In Edit This 0 Comments »

BAB I

PENDAHUAN

1.1. Latar Belakang

Hal-hal atau keadaan-keadaan yang ikut serta menentukan pada berhasilnya pendidikan adalah dengan adanya alat-alat pendidikan yang lebih konkrit dan lebih jelas pengaruhnya pada proses pelaksanaan pendidikan.

Alat-alat pendiddikan berupa perbuatan-perbuatan atau tindakan-tindakan yang secara kokrit dan tegas dilaksanakan guna menjaga agar proses pendidikan bisa berjalan dengan lancar dan berhasil, tindakan-tindakan sebagai alat. Pendidikan dapat berbentuk seperti peraturan-peraturan tata tertip, tapi dapat juga berupa tindakan yang nyata seperti halnya dengan tindakan hukuman.

Termasuk juga faktor-faktor pendidikan seperti kedaan gedung sekolah perlengkapan sekolah alat-alat pelajaran dan fasilitas-fasilitas lainnya seperti perpustakaan.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarakan latar belakang diatas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah Apakah dengan Alat-alat pendidikan itu kita dapat termotivasi untuk belajar

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian adalah untuk membuktikan apakah dengan alat-alat pendidikan tersebut dapat meningkatkan motivasi untuk belajar.

BAB II

ALAT-ALAT PENDIDIKAN

v Papan tulis

Papan tulis tidak boleh mengkilat hingga menyilaukan pandangan-pandangan muri setiap kali papan tulis harus di perbaharui.

v Bangku untuk murid

Yang lebih baik dan praktis ialah meja yang terpisah dengan tempat duduknya baik tempat duduk ataupun kursi biasa. Meja dan tempat duduk yang demikian lebih luwes atau lebih bebas sedangkan dipergunakan tinggi biasa dipergunakan kursi yang diberi daun tempat menulis.

v Alat-alat pelajaran

Termasuk buku-buku, alat peraga, alat-alat kimia alat-alat ilmu alam dan juga kebun atau halaman sekolah.

Disamping apa yang dikemukakan diatas maka alat-alat pendidikan bewujud pula sebagai pembiasaan pemberian tugas dan petunjuk pemberian kesempatan mengadakan penyesuaian diri dalam berfikir dan berbuat diskusi dan pemecahan masalah.

v Pengajaran

Pengajaran juga salah satu alat pendidikan dengan demikian apa yang disebut dengan alat pengajaran atau pelajaran adalah segala situasi/perbuata dengan mana akan tercapai tujuan pengajaran yaitu seperti: papan tulis, kapur, penghapus, kursi dan lain sebagainya yang kita lihat di dalam kelas dimana orang dewasa telah menduduki fungsinya sebagai pendidik.

BAB III

P E N U T U P

Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil yang kami dapat dari berbagai sumber maka dapat disimpulkan bahwa alat-alat pendidikan sangat berpengaruh pada proses belajar dan siswa akan termotivasi untuk belajar.

DAFTAR PUSTAKA

- Saifullah Ali, Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan, Usaha Nasional, Surabaya-Indonesia.

- Inra Kusuma Amir Daien, Pengantar Pendidikan, Usaha Nasional. Surabaya-Indonesia

Budidaya cabe

00.48 Edit This 0 Comments »

1 Tanaman cabe merupakan tanaman hortikultur sayuran buah semusim,oleh sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cabe sebagai penyedap masakan, dan penghangat badan, maka tanaman cabe dikenal dengan sayuran rempah dan bumbu dapur.

Berbagai difersifikasi pengolahan hasil tanaman cabe, cabe diolah berbagai bentuk seperti cabe bubuk, saus cabe, cabe kering, untuk masakan-masakan pedas dan lain sebagainya,

Untuk itu komoditi cabe harus selalu tersedia di pasar meskipun terjadi fluktuasi harga karena harga tiba-tiba menurun ketika komoditi di pasar melimpah tapi permintaan berkurang, terutama pada saat sebelum lebaran sampai lebaran idul fitri, idul adha, tahun baru dan sebagainya. Budidaya cabe harus di usahakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk membudidayakan tanaman cabe tidak diperlukan sutu hamparan yang luas, tetapi tanaman cabe dapat dibudidayakan di pematang-pematang sawah atau di pinggir jalan pada areal persawahan. Seperti yang dilakukan oleh petani desa Danau Kedap Kabupaten Muaro Jambi.

Cara bercocok tanam yang dilakukan oleh petani tersebut dilakukan dengan cara tradisional, karena kondisi lahan yang memang tidak memungkinkan menggunakan teknologi pertanian misalnya dalam pengolahan tanah,

Disamping itu tanaman cabe merupakan tanaman yang mudah untuk dipelihara, apalagi dalam jumlah yang sedikit, dan ditanam diantara tanaman lain, sehingga hama dan penyakit sulit berkembang., karena tanaman tidak diusahan secara monokultur.

Meskipun tanaman cabe diusahakan sebagai komoditi sampingan tetapi hasil/komoditi yang diperoleh dapat memenuhi kebutuhan hidup petani akan buah cabe dan sebagian dapat di pasarkan oleh petani sehingga dapat menambah input atau pendapatan petani.

Untuk mengetahui teknik Budidaya tanaman cabe di lahan rawa lebak, sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan petani dan memenuhi kebutuhan pasar akan komoditi cabe,dapat digunakan sebagai acuan untuk teknik-teknik budidaya cabe pada lahan rawa lain yang bermasalah seperti lahan rawa gambut.

Klasifikasi Tanaman dan Sifat Botani

1. Sejarah Persebaran

Tanaman cabe berasal dari meksiko, kemudian menyebar ke Eropa pada abad ke 15. pada abad ke 8 tanaman cabe sudah mulai dikenal.Di Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Kini telah menyebar ke berbagai negara tropik, terutama di Asia, Afrika Tropik, Amerika Selatan, dan Karibia. Di Indonesia, tanaan cabe tersebar luas di berbagai daerah, tetapi sebagai pusat penyebaran penting ialah Purworejo, Kabumen, Tegal, Pekalongan, Pati, Padang, Bengkulu dan lain sebagainya. Di Sumatera Barat, penggunaan sambal dalam makanan sehari-hari tidak pernah ketinggalan. Masakan Padang yang terkenal pedasnya menyebar ke mana-mana (Hendro Sunaryo, 1989).

2.2. Syarat Tumbuh

a. Tanah

Semua jenis tanaman dan termasuk tanaman cabe dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik apabila situasi daerah dan alam sekitar itu sesuai dengan yang dikehendaki oleh tanaman tersebut (Suwito M, 1988).dilanjutkan pernyataan oleh Hendro Sunarsono (1989) di dataran tinggi sampai pada ketinggian 1500 m dpl (di atas permukaan laut), tanaman cabe masih tumbuh dan berbuah baik. Di dataran tinggi tanaman cabe mudah diserang oleh penyakit daun dan batang, terutama apabila iklim lembab dan berkabut.

PH tanah yang baik anatara 5½-6½ . namun tanaman cabe toleran terhadap tanah masam yang pH-nya kurang dari 5, hanya berbuahnya kurang lebat dan tumbuhnya agak kerdil (Hendro Sunaryo, 1989).

Tanah yang subur, yang banyak mengandung humus (bahan organik), lapisan bunga tanahnya tebal adalah sangat cocok untuk tanaman cabe. Hal ini karena siste perakarannya luas dan agak dalam (Hendro Sunaryo, 1989).

b. Iklim

Menurut Hendro Sunaryo (1989) Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman cabe berkisar antara 600-1200 mm per tahun. walaupun demikian, apabila pada waktu berbunga tanamn kekurangan air, banyak bunga yang gugur, tidak mampu menjadi buah. Dari itu di daerah yang beriklim kering dan di tegalan yang tidak mendapat sumber pengairan, cabe terpaksa harus ditanam menjelang awal musim penghujan, walaupun produksinya lebih rendah. Tanaman cabe lebih senang di tanam di lahan yang terbuka (tidak terlindungi).

c. Suhu Udara

Suhu udara yang baik untuk pertumbuhan dan pembuahan tanaman cabe berkisar antara 21o-28o C. suhu harian yang terlalu terik, yakni di atas 32oC menyebabkan tepung sarinya tidak berfungsi, sehingga produksinya rendah. Demikian pula malam yang dingin dapat menyebabkan pembuahannya rendah (Hendro Sunaryo, 1989).

2.3 Budidaya Cabe

Dalam melakukan kegiatan budidaya cabe dilakukan tahap-tahap budidya, Hendro Sunaryo (1989) menyatakan tahap-tahap budidaya adalah sebagai berikut :

a. Persiapan Tanah

Setelah dipilih tanaman yang akan di tanami cabe, diperiksa kesuburan tanah dan pH tanah tersebut, kemudian tanah di traktor, dibajak atau dicangkulk dalam + 30 cm. pengerjaan tanah sebaiknya dilakukan sewaktu keadaan kering, sehingga tidak lengket dan supaya tanah tersebut menjadi bergumpal. Rumput atau akatr alang-alang yang ada dibersihkan dengan mengangkat dari kebun. Selanjutnya diberi pupuk kandang sebanyak 10-20 ton/ha kotoran kerbau/sapi yang telah jadi, dengan jalan ditaburkan merata.

Beberapa hari menjelang tanam, tanah diratakan sambil pupuknya diaduk-aduk merata dengan cangkul. Apabila pada waktu hujan tanah dibuat bedengan bergantung pada keadaan. Dengan pembuatan bedengan ini drainasenya akan baik.

Pengerjaan tanah untuk persemaian dilakukan lebih halus, dan pupuk keadaannya lebih banyak, yakni dengan perbandingan 1 : 1 atau 1 :2 bergantung pada struktur tanah. Pada tanah berat, pupuk kandang diberikan lebih banyak dari pada tanah ringan (andosol). Pada musim kemarau yang terik, persemaian itu sebaiknya diberi naungan dengan atap jerami kering atau kirai. Atap dipasang menghadap ke timur supaya sinar matahari cukup menyinari tempat persemaian sehingga tidak terlalu lembab (basah). Apabila pengerjaan tanah yang kurang baik, menyebabkan aerasi jelek dan kondisi tanahnya becek, akibatnya tanaman mudah terserang penyakit layu dan damping off.

b. Persemaian

Biji cabe disemai dalam garitan di tempat persemaian yang telah dipersiapkan, pada jarak garitan + 5 cm. penaburan biji dilakukan hati-hati supaya tidak tumpang tindih berdesakan, kemudian ditutupi tanah tipis , setelah itu, biji disiram perlahan-lahan dengan emrad supaya biji tersebut tidak terpelanting akibat pukulan air siraman.

c. Penanaman

- Umur bibit dipindahkan ke lahan kebun yang telah disiapkan dua minggu sebelumnya. Pada umur + 6 minggu setelah tabur. Tetapi tampaknya umur bibit dipindahkan ke kebun sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan cabe.

- Jarak tanam dan penanaman dianjurkan 40X(60-80) cm. pada cabe rawit, jarak tanam dapat diperlebar, yakni 50X70 cm atau 50X80 cm, karena cabangnya banyak dan cenderung mendatar. Bibit ditanam di dalam lubang-lubang kecil yang dibuat dengan kored atau tangan.

d. Pemupukan

- Pupuk organik

Pupuk organik ini dapat berupa pupuk kandang atau kotoran hewan, kompos atau busukan daun-daun, sisa-sisa tanaman lainnya, serta pupuk hijau seperti Crotolaria, Tephrosia, turi dan tanaman leguminosa lainnya.

-pupuk buatan

Pupuk buatan atau pupuk pabrik dapat diberikan kepada tanamn melalui dua cara, ialah melalui tanah dan melalui daun (pupuk daun). Pupuk buatan yang biasa digunakan ialah N,P dan K. sebagai sumber pupuk N digunakan ialah Urea, sebagai sumber pupuk P digunakan DS atau TSP, sebagai pupuk K digunakan ZK dan KCL.

E. Pendangiran

Pendangiran dilakukan dengan maksud untuk menggemburkan tanah yang telah menjadi padat akibat pukulan air hujan atau siraman dan menghilangkan rumput jahat (gulam) yang tumbuh di bawah tanaman cabe. Pendangiran itu biasanya dilakukan dua kali selama pertumbuhan. Setelah pendangiran dapat dilanjutkan dengan pemberian pupuk buatan.

f. Pengairan

Di atas telah dikatakan bahwa pada waktu berbungan tanaman cabe memerlukan banyak air, tetapi tidak senang terhadap curah hujan lebat. Hujan lebat yang terjadi pada waktu tanam sampai umur 1 bulan dapat menyebabkan tumbuhan kedil, sedangkan hujan lebat pada waktu berbunga menyebabkan bunga berguguran dan sedikit menjadi buah.

g. Pemberantasan Hama dan Penyakit

pemberantasan hama dan penyakit pada budidaya cabe merupakan salah satu pemeliharaan tanaman yang cukup penting. Banyak jenis hama serangga dan kutu daun yang sangat membahayakan kesehatan, dan bahkan dapat menggagalakan pembuahan.

Demikian pula banyaknya jenis penyakit yang mengancam tanaman, terutama pada buah cabe sebelum tua. Keguguran buah cabe sering terjadi karena kombinasi serangan hama dan penyakit, akibat produksi buah menjadi rendah.

III. METODE PELAKSANAAN

3.1 Waktu dan Tempat

Pelaksanaan budidaya cabe pada bulan Maret-Juni 2008, akhir musim penghujan hingga memasuki musim kemarau.

Kegiatan budidaya dilaksanakan pada ketinggain tempat 35 meter diatas permukaan laut, desa Danau Kedap, Kabupaten Muaaro Jambi.

3.2 Bahan dan Alat

Bahan-bahan yang digunakan dalam kegiatan budidaya terdiri dari , benih cabe varietas unggul dan pupuk KCl.

Alat-alat yang digunakan terdiri dari ember, kored, karung.

3.3 Pelaksanaan Budidaya

1. Persemaian

Persemaian dilakukan dipekarangan rumah, untuk populasi 3000 rumpun dibutuhkan benih 2 canting, yang mana sebelum semai benih direndam dalam air.

2. Persiapan lahan

Lahan diberihkan dari gulma-gulma

3. Penanaman

Setelah bibit berumur 25 hari dipersemaian bibit dipindahkan kelapangan dengan jarak tanam 60X60 cm. bibit ditanam 2 rumpun per lubang tanam

4. Pemeliharaan

- Pupuk diberi dengan cara melarutkan 1 sendok makan kedalam 1 ember air kemudian air pupuk disiram ke sekitar tanaman

- Pengendalian gulma

Gulma dibersihkan dengan cara mencabut rumput-rumput yang tumbuh disekitar tanamna dan boleh juga dengan menggunakan kored

- Pendangiran

Pendangiran dilakukan untuk menggemburkan tanah dengan menggunakan kored.

5. Panen

Panen dilakuakn 1 minggu satu kali selama 2 bulan jadi selama musim tanam ada 16 kali panen

6. Pemasaran

Hasil panen digunakan petani untuk bdijadikan benih, dijual dan untuk dikonsumsi sendiri.

IV. HASIL DAN PEMBAHASA\

Untuk Budidaya cabe dengan populasi 3000 rumpun sama dengan sudah memanfaatkan lahan 10,8 % dari luas areal 1 ha.ini sangat baik sekali karena tanaman cabe tidak ditanam secara monocultur tetapi dilahan juga terdapat banyak tanaman-tanaman lain seperti kacang panjang, terung dan tanaman padi.

Pupuk yang diganakan oleh petani hanya pupuk KCl, menurut Anonim (tanpa tahun) dalam K.A Wijaya (2008) , beberapa peran K adalah sebagai berikut :

1. memperbaiki transportasi asimilat

2. memperbaiki daya simpan hasil

3. meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

4. mengoptimalkan cahaya matahari

5. menghemat epnggunaan air melalui pengaturan mempbuka menutupnya stomata.

6. meningkatkan ketahanan pada Frost

7. meningkatkan kandungan Vitamin C

V. KESIMPULAN

Tanaman cabe dapat dibudidayakan dilahan rawa lebak pada areal yang tidak digenangi oleh air yaitu dipematang sawah atau di pinggir-pinggir jalan.

Tanaman cabe yang diusahakan dengan cara tradisional tanpa menggunakan teknologi pertanian karena keadaan areal yang tidak memungkinkan.

Budidaya tanaman cabe dapat meningkatkan pendapatan petani dan memenuhi kebutuhan petani akan cabe.

DAFTAR PUSTAKA

Sunarsono, Hendro, Budidaya Cabe Merah, Bandung : Penerbit Sinar Baru Bandung,1989

Suwito, D,.S, Memanfaatkan Lahan 2 Bercocok Tanam Cabe, Jakarta : Titi Terang, 1988

Wijaya,K,.A, Tanaman Sebagai Penentu Kualitas Hasil dan Resisensi Alami Tanaman,Jakarta : Prestasi Pustaka Publiser, 2008

monoftong vokal murni

00.46 Posted In Edit This 0 Comments »

MONOFTONG/VOKAL MURNI


Monoftong atau vokal murni (pure vowels) ialah bunyi vokal tunggal yang terbentuk dengan kualitas alat bicara (lidah) tidak berubah dari awal hingga akhir artikulasinya dalam sebuah suku kata (cf. kridalaksana, 1982 : 109). Secara praktis monoftong atau vokal tunggal biasa hanya disebut dengan istilah vokal saja. Dalam arti bahwa yang dimaksud dengan istilah vokal adalah vocal tunggal, sedangkan diftong adalah vokal rangkap. Berikut diuraikan monoftong dalam bahasa Indonesia.

Vokal Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia mempunyai sepuluh vokakl (Soebadi, 1973:5 – 8). Dengan tumpuan klasifikasi vokal pada bagian VII di atas maka dapatlah disebutkan secara lebih terperinci bahwa kesepuluh vokal atau monoftong itu adalah seperti terlihat dalam tabel 20 berikut :

No

1

2

3

4

5

Vokal

Tinggi rendah Lidah

Gerak Lidah bagian

Struktur

Bentuk Bibir

Contoh kata

1

[ i ]

Tinggi atas

depan

tertutup

Tak bulat

ini, ibu, kita, cari, lari

2

[ I ]

Tinggi bawah

depan

Semi-tertutup

Tak bulat

Pinggit, kerikil, kelingking

3

[ e ]

Madya atas

depan

Semi-tertutup

Tak bulat

Ekor, eja, enak

4

[ e ]

Madya bawah

depan

Semi-terbuka

Tak bulat

Nenek, leher, geleng, dendeg

5

[ a ]

Rendah bawah

depan

Terbuka

Tak bulat

Ada, apa, pada

6

[ ]

Madya

tengah

Semi-terbuka

Tak bulat

Emas, elang

Sela, iseng

7

[ ]

Madya bawah

belakang

Semi-terbuka

Bulat

Otot, tokoh dorong, roti

8

[ o ]

Madya atas

belakang

Semi-tertutup

Bulat

Oto, toko

Kado, prangko

9

[ U ]

Tinggi bawah

belakang

Semi-tertutup

Bulat

Ukur, urus, turun

10

[ u ]

Tinggi atas

belakang

tertutup

Bulat

Udara, utara,

bulan, paku

(Of. Mees, 1954:38 – 39; Soebardi, 1973; 5-8)

Bagannya pun dapat dibuat seperti dalam bagam 21 berikut.

Bagan 21

Vokal Bahasa Indonesia.




Keterangan :

1) = Tinggi rendah lidah

2) = Bagian lidah yang bergerak.

3) = Striktur (jarak lidah dengan langit-langit)